Sabtu, 02 Juli 2011

diam

sejenak ada diam
menatap sendu tanpa arah
berputar,meronta dan melepas segala tanya dalam jiwa
helai demi helai yang terlepas,menggayutkan simponi tanpa rasa
berkata ia pada angin,tapi tak mampu bersuara
bersimpuh ia pada bumi,tapi tak kuasa tuk menjejak 


sejenak diam,
tanpa pernah tau kapan ia akan usai
tak seorangpun akan bisa mengusiknya dalam kesendirian


sejenak diam itu memanggil dan merasa
namun tetap saja,ia tak mampu menuliskan makna


sejenak diam itu mengoyak
mencoba tuk lepas tapi tak bisa
mencoba tuk hancur tapi tak kuat
mencoba melangkah tapi tak sampai


sejenak biarkan diam itu merenungi,mencari arti
hingga suatu saat ia akan kembali

acon -lonely

http://youtu.be/6EEW-9NDM5k

Minggu, 19 Juni 2011

memori


satu kisah telah hadir menggantikan kenangan akan suatu kerinduan
satu kekosongan telah terisi oleh kerinduan akan suatu jawaban
waktu yang hadir,waktu yang pergi dan waktu yang akan kembali lagi 
seakan menjadikan hidup ini laksana sinar mentari
hadir saat pagi menjelang
ada saat siang memancang
indah dikala senja
dan tenggelam saat malam memanggil
setetes embun di rona wajahmu
menampilkan indahnya sinar sang rembulan
kicauan burung menyanyikan suara ketenangan
walau berujung akan suatu pertanyaan
untaian kata yang terikat masa
menanti hening di kala senja
dan menanti peristirahatan saat beranjak tua
waktu adalah teman
waktu adalah musuh
ia juga adalah jawaban
ia juga adalah pertanyaan
maka bertemanlah dengan waktu dan kau akan tau betapa berharganya ia
dan jawaban pun akan engkau temui.

Selasa, 07 Juni 2011

untuk teman2 terbaik ^_^

Bismillahirrahmanirrahim. 
Dari sore yang menjelang malam.
Kutuliskan ini sebagai bentuk rasa syukur, untuk telah dianugerahkan teman terbaik seperti kalian. 
Kebersamaan yang takkan pernah berkarat, biarpun jarak kita jauh, biar kehidupan kita sudah sendiri-sendiri, biar cerita kita sudah beda tema, biar lakon drama kita sudah beda naskah, biar kehidupan membawa kita pergi ke takdir yang berbeda-beda.
Kutuliskan ini sebagai bentuk terima kasih.
Atas rasa terbakar dalam dada, saat menyaksikan teman-teman terbaik terbang melesat ke awan-awan ilmu itu, melayang-layang di atmosfer pembelajar sepanjang hayat itu, lalu aku terperangah dan bangun, berjalan, berlari, sedikit melompat setinggi-tinggi yang aku bisa capai. Meski belum sampai terbang, tapi sekedar bukti dan teriakan kecil, kawan…. aku juga berjuang setengah mati sebisa-bisanya! 
Kutuliskan ini seperti bentuk cerita, kisah yang bakal ku bagi semuanya.
Untuk yang terpisah jarak terpisah waktu. Bahwa dalam setiap jatuh, setiap bangun, setiap sendiri, setiap duka, setiap suka ria, setiap masa-masa yang aku lewati dalam cerita petualangan ala aku itu, aku selalu mengingat kalian.
Untuk memulung semangat dari hari-hari yang dulu pernah kita lewati.
Untuk membuat nyala dari bara dalam hati, bahwa di ujung sana ada teman-teman yang sama berjuang, sama bertahan dari ombang-ambing ujian demi ujian, sama mendoakan dalam setiap ia punya kesempatan.
Kutuliskan ini sebagai bentuk doa.
Dari jarak yang membentang ini, semoga Dia menjadikan hati-hati kita berhimpun selama-lama masa.
Kutuliskan ini, dari sebuah sore yang menjelang malam